Kamis, 20 Desember 2012


Nama               : Natalina                                                                                                    
Npm                : 106810077
Kelas               : 5 A
Tugas               : Ekonomi Pembangunan

GEBRAKAN JOKO WIDODO DAN BASUKI T PURNAMA DALAM PROYEK PEMBANGUNAN DI JAKARTA

1. Peremajaan angkutan umum

Gubernur DKI Joko Widodo akan meremajakan angkutan umum di Jakarta. Jokowi melihat sejumlah armada transportasi di Jakarta sudah tua dan tak layak pakai.

Tahun depan, Jokowi berjanji akan menghadirkan minimal 1.000 armada Kopaja untuk menggantikan yang sudah tidak laik jalan di ibu kota. Seribu Kopaja tersebut akan diperbantukan dengan pola hibah atau pun subsidi.

Hal itu diharapkan akan menarik warga untuk mau beralih ke transportasi umum yang dampaknya akan mengurangi kemacetan Jakarta.

Penampilan angkutan dipercantik, pelayanannya diperbaiki total. Selain Kopaja, Jokowi juga akan meremajakan Bajaj. Jokowi menilai, Bajaj masih tetap berguna di daerah-daerah tertentu.

Program peremajaan angkutan ini akan terus dilakukan setiap tahunnya. Sebab, jumlah angkutan umum yang usia sudah tak layak jalan mencapai 4.400 armada.

2. Bangun busway layang

Pemprov DKI Jakarta akan membangun elevated busway (busway layang) pada tahun 2013. Untuk tahap awal, pembangunan akan mulai dari Ciledug menuju Blok M.

Tahun 2013 sudah direncanakan dibangun dari Ciledug-Blok M di mana yang melayani itu di daerah Ciledug, itu nanti kalau disetujui akan dibangun dalam 3 tahap secara multi years.
Untuk menuju proses pembangunan dibutuhkan waktu. Pertama, akan dilakukan Detailed Engineering Design (DED) selama enam bulan.

Setelah itu selesai akan dilanjutkan dengan sistem lelang, lelang itu anggaplah sekitar 2 bulan, baru ketiga pembangunan fisiknya bisa dimulai di tahun 2013.

Pemprov DKI sudah menganggarkan Rp 1,4 triliun untuk pembangunan jalan layang khusus busway ini.  Anggarannya Rp 1,4 triliun, di mana Rp 300 miliar pada tahun 2013, Rp 800 miliar tahun 2014, dan Rp 300 miliar lagi tahun 2015 jadi total Rp 1,4 triliun.

3. Sewakan sepeda di halte busway

Salah satu terobosan yang akan dilakukan Pemprov DKI di bidang transportasi di era kepemimpinan Jokowi adalah menyewakan sepeda di halte-halte busway. Konsep seperti ini lazim dipakai di luar negeri bagi pekerja komuter yang memadukan transportasi massal dengan sepeda.

Sepeda itu bukan hanya bike to work tapi juga bike to feeder. Jadi nanti akan paparan lagi di depan Pak Gubernur bagaimana bike feeder. Di negara-negara maju sepeda itu juga digunakan sebagai feeder.

Berharap di dekat area perkantoran juga ada penyewaan sepeda sehingga para pekerja bisa naik sepeda ke halte busway. Di luar negeri cara seperti ini laku keras. Kemacetan akibat penggunaan kendaraan pribadi bisa ditekan. Pembicaraan  pedestrian harus baik. Harus mendukung sehingga pedestrian itu nanti dilengkapi dengan jalur sepeda.

4. Tambah 800 bus Transjakarta di 2013

Jokowi berjanji menambah 800 armada bus Transjakarta di sepanjang tahun 2013. Pengadaan bus ini akan dibagi menjadi dua tahapan. Transjakarta nanti Januari tambah 200, kemudian Juni kira-kira tambah 600 buah.

Jokowi sadar salah satu masalah besar dalam pengelolaan transportasi di Jakarta adalah buruknya managemen di lapangan. Maka itu, Jokowi bertekad mengubah pola tersebut dimulai dengan peremajaan kendaraan.

Semua angkutan  dilakukan peremajaan, diremajakan buswaynya, ditambah jumlahnya. Kemudian Kopaja, Metromini diremajakan, tapi polanya masih dicari.

5. Halte Transjakarta akan diperbesar

Pemprov DKI Jakarta rencananya akan memperbesar halte Transjakarta. Hal itu dilakukan untuk membuat nyaman para penumpang yang ingin menaiki Transjakarta.

Busway  masih banyak kekurangannya. Yang pertama, halte-nya kurang besar, kedua halte terlalu tertutup dan diperlukan jalur menyalip.
Selain memperbesar halte, Pemprov juga akan memperlebar busway di sekitar halte, sehingga bus di belakang bisa menyalip. Dan ini akan di programkan di tahun-tahun mendatang sehingga kalau haltenya besar terasa nyaman, busway-nya bisa menyalip, artinya meningkatkan jumlah penumpang yang cukup tinggi.
Selain itu, gebrakan yang di rencana Gubernur Jakarta lebih memilih mengambil kebijakan pembatasan jumlah kendaraan dan pengembangan transportasi massal yang lebih baik dinilai sudah tepat. Pembangunan infrastrukur bukanlah langkah yang tepat. Pembatasan jumlah kendaraan yang harus dilakukan. pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor tidak dapat diselesaikan dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan flyover karena hal ini hanya memindahkan kemacetan ke titik lain. genap ganjil, dan pembatasan usia kendaraan yang saat ini masih diukur tingkat efektivitasnya dalam penerapan di lapangan nantinya.
Selain itu, beberapa kebijakan lainnya lebih mengarah kepada pembatasan jumlah kendaraan yakni penaikan biaya parkir dan pajak mobil. Kebijakan penaikan biaya parkir kendaraan dan pajak mobil ini juga efektif meredam penambahan kendaraan di Ibukota
Selain itu, Jokowi juga akan mengembangkan sistem transportasi massal yang lebih baik seperti MRT ( Mass Rapid Transit ), monorel, dan peremajaan bus kota.
Total anggaran untuk menyokong pembangunan ini mencapai Rp 42 triliun. Tigor mengungkapkan, ada sebuah studi kelayakan pembangunan jalan tol dalam kota Jakarta yang dilakukan oleh PT Pembangunan Jaya pada Mei 2005. Di dalamnya terungkap bahwa setiap pertambahan jalan sepanjang 1 kilometer di Jakarta akan selalu dibarengi dengan peningkatan jumlah kendaraan sebanyak 1.923 mobil pribadi. Merujuk pada data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, jumlah total perjalanan menuju Jakarta perhari mencapai 25 juta perjalanan. Dari jumlah tersebut, 98 persennya menggunaan kendaraan pribadi.

Pembangunan jalan tol baru dalam kota Jakarta akan semakin menambah macet dan menambah pencemaran polusi udara di Jakarta. Maka kami menolak. Sebelumnya, Jokowi mengatakan, proyek jalan tol dalam kota itu tidak akan membebaskan Jakarta dari kemacetan.

Saya ini pro kepada transportasi massal. Jalan tol itu memberikan fasilitas untuk mobil, pasti akan tetap menyebabkan kemacetan.  Jokowi akan merealisasikan pembangunan enam ruas jalan tol yang mengangkat konsep layang tersebut apabila dialihfungsikan sebagai elevated bus.

Kalau mau bangun di atas tanah, ya bangun monorel sekalian. Kalau enam ruas jalan tol itu dibangun, jadinya kan terbentur dengan moda transportasi lainnya seperti monorel dan MRT kalau jadi. Lebih baik dipakai untuk elevated bus.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar