Kamis, 20 Desember 2012


Kebijakan Pembentukan Modal : Pembangunan Seimbang dan Tidak Seimbang

Teori  Pembangunan Seimbang : Pandangan Rosenstei-Rodan Dan Nurkse
Istilah pembangunan seimbang diciptakan oleh Nurkse, tetapi teori tersebut pertama kali dikemukakan oleh Rosenstein-Rodan, yang menulis gagasan untuk menciptakan program pembangunan di Eropa Selatan dan Tenggara dengan mengadakan industrialisasi secara besar – besaran. Rosenstein beranggapan bahwa mengadakan industrialisasi  di daerah kurang berkembang merupakan cara untuk pembahagian pendapatan yang lebih merata di dunia dan untuk meningkatkan pendapatan di daerah semacam itu dengan lebih cepat dari pada di daerah yang lebih kaya. Dalam melaksanakan program tersebut  berbagai industri  di bangun secara serentak. Sedangkan menurut Nurkse pembangunan ekonomi bukan saja menghadapi kesukaran dalam memperoleh modal yang diperlukan , tetapi juga dalam mendapatkan pasaran untuk barang – barang yang dihasilkan oleh berbagai industry yang akan di kembangkan.
Teori pembangunan seimbang  : Pandangan Scitovsky dan Lewis
Hirschman menggolongkan kedua penulis ini sebagai pencipta teori pembangunan seimbang yang menekankan perlunya keseimbangan dalam penawaran . Scitovsky mengatakan bahwa intregrasi  secara menyeluruh diantara berbagai industry diperlukan  untuk menghapuskan perbedaan diantara  keuntungan perseorangan dan keuntungan masyarakat. Sedangkan Lewis menunjukan tentang perlu nya pembangunan seimbang  ditekankan kepada  menunjukkan keuntungan yang akan diperoleh dari terciptanyan interdepedensi yang efisien  diantara berbagai sector, yaitu sector pertanian dan sector industry dan diantara sector dalam negeri dan luar negeri.
Beberapa Kritik Terhadap Teori Pembangunan Seimbang
Kritik terhadap pembangunan seimbang terutama dikemukan oleh Hirschman, Streeten, Singer, dan Fleming. Dari keempat ahi tersebut, Hirschman merupakan pengkritik yang paling penting, yang bukan saja menunjukan kelemahan teori pembangunan seimbang tetapi juga mengemukakan teori pembanguna tidak seimbang. Singer mengkritik pandangan yang menekankan tentang perlu pembangunan serentak di berbagai industri. Pandangan ini dianggap sebagai kebijaksanaan pembangunan yng menekankan usaha pembangunan sector industry secara besar – besaran dan melupakan sector pertanian. Selanjutnya Singer mengatakan, kalau program pembangunan harus melaksanakan usaha secara besar – besaran disektor industry maupun pertanian, ia meragukan Negara – Negara berkembang untuk menyediakan sumber – sumber daya untuk melaksanakan program pembanguna yang demikian coraknya. Selanjutnya Hirschman menyatakan bahwa bersamaan dengan sikap yang sangat meragukan kemampuan Negara – Negara berkembang untuk membangun,.

Pembangunan Tidak Seimbang : Di Antara Sektor Prasarana Dengan Sektor Produktif
Toeri pembangunan tidak seimbang yang dikemukakan oleh Hirschman, persoalan pokok yang di analisanya adalah apabila proyek – proyekyang dapat dilaksanakan memerlukan dana modal dan sumber – sumber daya lainnya yang melebihi dana modal dan sumber – sumber daya yang tersedia. Pembangunan tidak seimbang yang dikemukakan oleh Hirschman bertujuan untuk menentukan jenis proyek – proyek yang harus dikembangkan terlebih dahulu untuk menjamin tercapainya pembangunan yang maksimal dimasa – masa yang akan datang
Terdapat tiga cara pendekatan yang mungkin dilakukan dalam mengembangkan sektor prasarana dan sector produktif : pembangunan seimbang diantara kedua – dua sector tersebut, pembangunan tidak seimbang dimana pembangunan sector prasarana lebih ditekankan, dan pembangunan tidak seimbang dimana sector produktif lebih ditekankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar