Kebijakan Pembentukan
Modal : Pembangunan Seimbang dan Tidak Seimbang
Teori Pembangunan Seimbang : Pandangan
Rosenstei-Rodan Dan Nurkse
Istilah
pembangunan seimbang diciptakan oleh Nurkse, tetapi teori tersebut pertama kali
dikemukakan oleh Rosenstein-Rodan, yang menulis gagasan untuk menciptakan
program pembangunan di Eropa Selatan dan Tenggara dengan mengadakan
industrialisasi secara besar – besaran. Rosenstein beranggapan bahwa mengadakan
industrialisasi di daerah kurang
berkembang merupakan cara untuk pembahagian pendapatan yang lebih merata di
dunia dan untuk meningkatkan pendapatan di daerah semacam itu dengan lebih
cepat dari pada di daerah yang lebih kaya. Dalam melaksanakan program
tersebut berbagai industri di bangun secara serentak. Sedangkan menurut
Nurkse pembangunan ekonomi bukan saja menghadapi kesukaran dalam memperoleh modal
yang diperlukan , tetapi juga dalam mendapatkan pasaran untuk barang – barang
yang dihasilkan oleh berbagai industry yang akan di kembangkan.
Teori
pembangunan seimbang : Pandangan
Scitovsky dan Lewis
Hirschman
menggolongkan kedua penulis ini sebagai pencipta teori pembangunan seimbang
yang menekankan perlunya keseimbangan dalam penawaran . Scitovsky mengatakan
bahwa intregrasi secara menyeluruh
diantara berbagai industry diperlukan
untuk menghapuskan perbedaan diantara
keuntungan perseorangan dan keuntungan masyarakat. Sedangkan Lewis
menunjukan tentang perlu nya pembangunan seimbang ditekankan kepada menunjukkan keuntungan yang akan diperoleh
dari terciptanyan interdepedensi yang efisien
diantara berbagai sector, yaitu sector pertanian dan sector industry dan
diantara sector dalam negeri dan luar negeri.
Beberapa Kritik Terhadap Teori
Pembangunan Seimbang
Kritik
terhadap pembangunan seimbang terutama dikemukan oleh Hirschman, Streeten,
Singer, dan Fleming. Dari keempat ahi tersebut, Hirschman merupakan pengkritik
yang paling penting, yang bukan saja menunjukan kelemahan teori pembangunan
seimbang tetapi juga mengemukakan teori pembanguna tidak seimbang. Singer
mengkritik pandangan yang menekankan tentang perlu pembangunan serentak di
berbagai industri. Pandangan ini dianggap sebagai kebijaksanaan pembangunan yng
menekankan usaha pembangunan sector industry secara besar – besaran dan
melupakan sector pertanian. Selanjutnya Singer mengatakan, kalau program
pembangunan harus melaksanakan usaha secara besar – besaran disektor industry
maupun pertanian, ia meragukan Negara – Negara berkembang untuk menyediakan
sumber – sumber daya untuk melaksanakan program pembanguna yang demikian
coraknya. Selanjutnya Hirschman menyatakan bahwa bersamaan dengan sikap yang
sangat meragukan kemampuan Negara – Negara berkembang untuk membangun,.
Pembangunan Tidak Seimbang : Di
Antara Sektor Prasarana Dengan Sektor Produktif
Toeri
pembangunan tidak seimbang yang dikemukakan oleh Hirschman, persoalan pokok
yang di analisanya adalah apabila proyek – proyekyang dapat dilaksanakan
memerlukan dana modal dan sumber – sumber daya lainnya yang melebihi dana modal
dan sumber – sumber daya yang tersedia. Pembangunan tidak seimbang yang
dikemukakan oleh Hirschman bertujuan untuk menentukan jenis proyek – proyek
yang harus dikembangkan terlebih dahulu untuk menjamin tercapainya pembangunan
yang maksimal dimasa – masa yang akan datang
Terdapat
tiga cara pendekatan yang mungkin dilakukan dalam mengembangkan sektor
prasarana dan sector produktif : pembangunan seimbang diantara kedua – dua
sector tersebut, pembangunan tidak seimbang dimana pembangunan sector prasarana
lebih ditekankan, dan pembangunan tidak seimbang dimana sector produktif lebih
ditekankan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar