Kamis, 20 Desember 2012


Nama : NATALINA
NPM : 106810077
Artikel 1
Permasalahan pokok perekonomian di Indonesia saat ini  masih sangat tinggi dan sulit dalam penyelesaiannya. Di Indonesia masalah pokok yang saat ini untuk teratasi, ada 2 masalah pokoknya yaitu pengangguran dan inflasi.
1.      Pengangguran
Tingkat pengangguran di Indonesia masih tinggi dan sulit untuk dipecahkan karena setiap tahunnya selalu bertambah. Pengangguran terjadi karena kurangnya lowongan pekerjaan dan campur tangan dari pemerintah. Setiap perusahaan merekrut karyawan baru yang memiliki pendidikan bagus, sedangkan saat ini banyak orang yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikannya sehingga tidak bisa mendapatkan pendidikan yang bagus dan sulit mencari pekerjaan. Jadi pengangguran bisa berkurang  jika setiap perusahaan merekrut karyawan baru tidak hanya dilihat dari pendidikannya melainkan keahlian/keterampilan dan pengalaman dalam bekerja.
2.      Inflasi
Inflasi merupakan naik turunnya setiap produk /barang. Tidak ada penetapan harga barang/produk, ini menyebabkan meningkatnya pengeluaran orang dalam belanja.






Nama : NATALINA
NPM : 106810077
Artikel 2
Perkembangan perekonomian dunia
Yaitu dengan membandingkan ke 2 negara yang sama-sama Negara maju / berkembang. Setiap Negara memiliki sejarah, budaya, pertumbuhan laju perekonomian, kesejahteraan penduduk , dan lain-lain.
Negara berkembang belum tentu dikatakan berkembang, karena banyak dilihat dari aspek-aspeknya. Setiap Negara baik negara maju maupun Negara berkembang menginginkan kesejahteraan bagi penduduknya dan menginginkan pertumbuhan ekonomi yang bagus. Semua dapat dilakukau jika menaati prosedur yang telah ditetapkan oleh masing - masing Negara.


Nama : NATALINA
NPM : 106810077

Artikel 3

KedatanganMenteri Luar Negeri
Kedatangan Menteri Amerika Serikat ke Indonesia dalam rangka akan meningkatkan kerjasama bilateral antara Indonesia dengan AS. Saat kedatangan Menteri Luar Negeri ke Indonesia yang bernama Hillary Clinton banyak warga Indonesia yang menolak kedatangannya, ini disebabkan karena warga Indonesia menilai kedatangan Hillary Clinton ada kaitannya dengan masalah Freeport, tambang emas tebesar didunia yang berada di Papua, dengan luas sekitar lebih kurang  527.400 hektar, dimana saat ini tambang tersebut dikelola perusahaan AS PT freeport indonesia.
Disini yang menjadi inti dari kunjungan Hillary Clinton adalah kepentingan ekonomi seperti perpanjangan konsesi Freeport, dan keberlanjutan perusahaan-perusahaan AS melakukan investasi sekaligus eksploitasi di Indonesia. Freeport dan sejumlah perusahaan minyak seperti ExxonMobile dan ChevronTexaco telah lama mengeruk kekayaan alam Indonesia, namun tidak banyak memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia. Sementara itu, dampak negatif seperti pelanggaran HAM, kerusakan lingkungan, dan kemiskinan masyarakat sekitar pertambangan terus berlangsung..
A.     Stabilitas Ekonomi Nasional Indonesia
Stabilitas ekonomi adalah prasyarat dasar untuk tercapainya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui pertumbuhan yang tinggi dan peningkatan kualitas pertumbuhan. Ketidakseimbangan eksternal juga tercermin dari perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing kuat (dollar AS, euro). Sedangkan tingkat laju inflasi dalam negeri yang lebih tinggi dari negara lain, menurunkan nilai riil kurs rupiah yang berujung turunnya daya saing ekonomi Indonesia di pasar dunia.
Situasi di Indonesia saat ini tidak menentu, stabilitas perekonomian yang terkendali dan peningkatan suku bunga riil merupakan insentif bagi peningkatan mobilisasi tabungan masyarakat. Stabilitas ekonomi nasional yang dikendalikan Bank Indonesia (BI) sekaligus memelihara nilai tukar efektif rupiah. Nilai tukar yang realistis menyumbang peningkatan daya saing ekonomi nasional di pasar dunia, sehingga dapat merangsang peningkatan ekspor nonmigas.

B.     Stabillitas Ekonomi Internasional
Ekonomi internasional terdiri dari perdagangan Internasional dan moneter Internasional. Kedua bidang ini saling berkaitan satu sama lain dan menentukan kelancaran dalam interaksi perekonomian antar negara. Setiap  Negara sudah berbeda stabilitas pekonomiannya dan itu dapat dilihat dari laju pertumbuhan perekonomian suatu Negara. Stabilitas ekonomi internasional tergantung pada pengelolaan besaran ekonomi,  melalui kebijakan fiscal dan moneter yang terkoordinasi dengan baik.


Kebijakan Pembentukan Modal : Pembangunan Seimbang dan Tidak Seimbang

Teori  Pembangunan Seimbang : Pandangan Rosenstei-Rodan Dan Nurkse
Istilah pembangunan seimbang diciptakan oleh Nurkse, tetapi teori tersebut pertama kali dikemukakan oleh Rosenstein-Rodan, yang menulis gagasan untuk menciptakan program pembangunan di Eropa Selatan dan Tenggara dengan mengadakan industrialisasi secara besar – besaran. Rosenstein beranggapan bahwa mengadakan industrialisasi  di daerah kurang berkembang merupakan cara untuk pembahagian pendapatan yang lebih merata di dunia dan untuk meningkatkan pendapatan di daerah semacam itu dengan lebih cepat dari pada di daerah yang lebih kaya. Dalam melaksanakan program tersebut  berbagai industri  di bangun secara serentak. Sedangkan menurut Nurkse pembangunan ekonomi bukan saja menghadapi kesukaran dalam memperoleh modal yang diperlukan , tetapi juga dalam mendapatkan pasaran untuk barang – barang yang dihasilkan oleh berbagai industry yang akan di kembangkan.
Teori pembangunan seimbang  : Pandangan Scitovsky dan Lewis
Hirschman menggolongkan kedua penulis ini sebagai pencipta teori pembangunan seimbang yang menekankan perlunya keseimbangan dalam penawaran . Scitovsky mengatakan bahwa intregrasi  secara menyeluruh diantara berbagai industry diperlukan  untuk menghapuskan perbedaan diantara  keuntungan perseorangan dan keuntungan masyarakat. Sedangkan Lewis menunjukan tentang perlu nya pembangunan seimbang  ditekankan kepada  menunjukkan keuntungan yang akan diperoleh dari terciptanyan interdepedensi yang efisien  diantara berbagai sector, yaitu sector pertanian dan sector industry dan diantara sector dalam negeri dan luar negeri.
Beberapa Kritik Terhadap Teori Pembangunan Seimbang
Kritik terhadap pembangunan seimbang terutama dikemukan oleh Hirschman, Streeten, Singer, dan Fleming. Dari keempat ahi tersebut, Hirschman merupakan pengkritik yang paling penting, yang bukan saja menunjukan kelemahan teori pembangunan seimbang tetapi juga mengemukakan teori pembanguna tidak seimbang. Singer mengkritik pandangan yang menekankan tentang perlu pembangunan serentak di berbagai industri. Pandangan ini dianggap sebagai kebijaksanaan pembangunan yng menekankan usaha pembangunan sector industry secara besar – besaran dan melupakan sector pertanian. Selanjutnya Singer mengatakan, kalau program pembangunan harus melaksanakan usaha secara besar – besaran disektor industry maupun pertanian, ia meragukan Negara – Negara berkembang untuk menyediakan sumber – sumber daya untuk melaksanakan program pembanguna yang demikian coraknya. Selanjutnya Hirschman menyatakan bahwa bersamaan dengan sikap yang sangat meragukan kemampuan Negara – Negara berkembang untuk membangun,.

Pembangunan Tidak Seimbang : Di Antara Sektor Prasarana Dengan Sektor Produktif
Toeri pembangunan tidak seimbang yang dikemukakan oleh Hirschman, persoalan pokok yang di analisanya adalah apabila proyek – proyekyang dapat dilaksanakan memerlukan dana modal dan sumber – sumber daya lainnya yang melebihi dana modal dan sumber – sumber daya yang tersedia. Pembangunan tidak seimbang yang dikemukakan oleh Hirschman bertujuan untuk menentukan jenis proyek – proyek yang harus dikembangkan terlebih dahulu untuk menjamin tercapainya pembangunan yang maksimal dimasa – masa yang akan datang
Terdapat tiga cara pendekatan yang mungkin dilakukan dalam mengembangkan sektor prasarana dan sector produktif : pembangunan seimbang diantara kedua – dua sector tersebut, pembangunan tidak seimbang dimana pembangunan sector prasarana lebih ditekankan, dan pembangunan tidak seimbang dimana sector produktif lebih ditekankan.


Soal-soal ekonomi pembangunan
1.      Analisis ekonomi pembangunan memiliki tujuan diantaranya yaitu kecuali . . . .
A.    Menelaah faktor yang menimbulkan keterlambatan pembangunan khususnya dinegara yang sedang berkembang
B.     Dilakukan kenaikan pendapatan perkapita penduduk meningkat
C.     Kurangnya rasa kekeluargaan antar sesame untuk meningkatkan ekonomi pembangunan
D.    Mengemukakan cara pendekatan yang ditempuh untuk mengatasi masalah yang dihadapi
E.     Mempercepat jalannya pembangunan ekonomi khususnya dinegara – Negara yang sedang berkembang
Jawaban : C
2.      Mengapa ekonomi pembangunan belum memiliki pola analisis yang dapat diterima oleh ahli – ahli ekonomi, karena . . . .
A.    Sangat kompeksnya masalah pembangunan
B.     Teori – teori pembangunan yang kurang dipahami
C.     Tidak meratanya pembangunan
D.    Perubahan struktur kegiatan ekonomi
E.     Produktivitas ekonomi yang tidak stabil
Jawaban : A
3.      1. Dualisme ekonomi
2. Iklim tropis
3. Menurunnya pendapatan perkapita
4. Tidak merata pembangunan antar daerah
5. Jumlah kapital yang sedikit
Yang termasuk dalam faktor penghambat pembangunan ekonomi Negara yang sedang berkembang adalah . . . .
A.    1, 2, dan 3
B.     1, 3, dan 5
C.     2, 3, dan 4
D.    1, 2, dan 5
E.     2, 4, dan 5
Jawaban : C
4.      Sebagai produsen barang – barang primer, sumber – sumber alam belum diolah, menghadapi tekanan penduduk, penduduknya masih terbelakang, kekurangan capital atau modal orientasi perdagangan keluar negeri. Hal ini dikemukakan oleh ahli . . . .
A.    Todaro
B.     M. Meier dan RE. Baldwin
C.     Arthur Lewis
D.    Hollis Chenery
E.     Irma Adelman dan Cynthia Taft Morris
Jawaban : B
5.      Apakah teori yang dipakai Arthur Lewis dalam membahas perubahan structural ekonomi dalam proses pembangunan . . . .
A.    Transformasi Struktural
B.     Pattern Of Develpoment
C.     Pertumbuhan Keynes
D.    Migrasi
E.     Tahap – tahap Pembangunan Ekonomi
Jawaban : D
6.      Ada berapakah aliran proses pertumbuhan ekonomi yang dibahas oleh ahli – ahli ekonomi . . . .
A.    1
B.     2
C.     3
D.    4
E.     5
Jawaban : D
7.      Siapakah ahli ekonomi yang mengemukakan bahwa tahap – tahap pembangunan ekonomi itu menjadi 3 tahap, yaitu perekonomian barter atau perekonomian natural, perekonomian uang, dan perekonomian kredit . . . .
A.    Fredrich List
B.     Bruno Hilderbrand
C.     Karl Bucher
D.    W. W Rostow
E.     Thomas Robert Malthus
Jawaban : A
8.      Dalam Negara maju pertambahan penduduk justru menyumbang terhadap kenaikan penghasilan rill perkapita. Hal ini disebabkan karena . . . .
A.    Negara maju memiliki dana untuk penduduknya
B.     Negara maju mempunyai tempat yang bagus untuk penduduknya
C.     Negara maju menyediakan kebutuhan untuk penduduk
D.    Negara maju mempunyai kapasitas yang tinggi untuk menghasilkan hasil produksi
E.     Negara maju mempunyai tabungan yang siap untuk melayani kebutuhana investasi
Jawaban : E
9.      Mengapa dalam Negara berkembang pertambahan penduduk akan mengahambat perkembangan ekonomi, karena . . . .
A.    Akan menimbulkan kemiskinan dan pengangguran
B.     Tidak merata pendapatan
C.     Inflasi yang setiap tahun selalu naik
D.    Tidak mampu mengatasi permasalahannya
E.     Banyak perbedaan yang terjadi
Jawaban : A
10.  Kebijakan apa yang dilakukan untuk memecahkan masalah kependudukan dalam pembangunan ekonomi . . . .
A.    Mobilitas
B.     Kematian
C.     Kelahiran
D.    Tidak cukup tenaga kerja
E.     Program keluarga berencana
Jawaban : E
11.  Kebijakan apa yang dilakukan untuk mengatasi pengangguran di Indonesia, kecuali  . . . .
A.    Membuka lapangan kerja baru
B.     Perlu menetapkan kebijakan pembangunan ekonomi yang mandiri
C.     Melarang para investor Indonesia melakukan investasi keluar negeri
D.    Memanfaatkan sumber daya manusia dalam perekonomian
E.     Sector pertanian menjadi sector primadona pembangunan ekonomi
Jawaban : D
12.  Peranan modal dalam pembangunan ekonomi merupakan salah satu factor yang penting, karena . . . .
A.    Bentik kekeyaan yang digunakan baik langsung maupun tidak langsung
B.     Kemajuan yang dicapai sebuah masyarakatdibidang ekonomi
C.     Menaikkan pendapatan
D.     Menaikkan tenaga produksi
E.     Meningkatkan factor produksi lebih produktif
Jawaban : B
13.  Suatu usaha sebaiknya tidak dilaksanakan secara besar – besaran, di sebut teori . . . .
A.    Migrasi
B.     Transformasi Struktural
C.     Usaha perlahan – lahan
D.    Dorongan besar
E.     Pattern of development
Jawaban : C
14.  1. Ekspor barang
2. Ekspor jasa
3. Barang modal
4. Investasi keluar negeri
5. Barang konsumsi
Yang termasuk sumber perolehan devisa Negara adalah . . . .
A.    1, 2, dan 3
B.     1, 2, dan 4
C.     2, 3, dan 5
D.    3, 4, dan 5
E.     2, 3, dan 4
Jawaban : B
15.  Apakah tujuan dilakukan kerja sama  antar Negara, yaitu kecuali . . . .
A.    Memajukan perdagangan dunia
B.     Mempercepat pembangunan ekonomi dunia
C.     Meningkatkan kualitas hidup bangsa – bangsa didunia
D.    Meningkatkan perdagangan pasar dunia
E.     Memajukan kegiatan ekonomi dunia
Jawaban : E



Nama               : Natalina                                                                                                    
Npm                : 106810077
Kelas               : 5 A
Tugas               : Ekonomi Pembangunan

GEBRAKAN JOKO WIDODO DAN BASUKI T PURNAMA DALAM PROYEK PEMBANGUNAN DI JAKARTA

1. Peremajaan angkutan umum

Gubernur DKI Joko Widodo akan meremajakan angkutan umum di Jakarta. Jokowi melihat sejumlah armada transportasi di Jakarta sudah tua dan tak layak pakai.

Tahun depan, Jokowi berjanji akan menghadirkan minimal 1.000 armada Kopaja untuk menggantikan yang sudah tidak laik jalan di ibu kota. Seribu Kopaja tersebut akan diperbantukan dengan pola hibah atau pun subsidi.

Hal itu diharapkan akan menarik warga untuk mau beralih ke transportasi umum yang dampaknya akan mengurangi kemacetan Jakarta.

Penampilan angkutan dipercantik, pelayanannya diperbaiki total. Selain Kopaja, Jokowi juga akan meremajakan Bajaj. Jokowi menilai, Bajaj masih tetap berguna di daerah-daerah tertentu.

Program peremajaan angkutan ini akan terus dilakukan setiap tahunnya. Sebab, jumlah angkutan umum yang usia sudah tak layak jalan mencapai 4.400 armada.

2. Bangun busway layang

Pemprov DKI Jakarta akan membangun elevated busway (busway layang) pada tahun 2013. Untuk tahap awal, pembangunan akan mulai dari Ciledug menuju Blok M.

Tahun 2013 sudah direncanakan dibangun dari Ciledug-Blok M di mana yang melayani itu di daerah Ciledug, itu nanti kalau disetujui akan dibangun dalam 3 tahap secara multi years.
Untuk menuju proses pembangunan dibutuhkan waktu. Pertama, akan dilakukan Detailed Engineering Design (DED) selama enam bulan.

Setelah itu selesai akan dilanjutkan dengan sistem lelang, lelang itu anggaplah sekitar 2 bulan, baru ketiga pembangunan fisiknya bisa dimulai di tahun 2013.

Pemprov DKI sudah menganggarkan Rp 1,4 triliun untuk pembangunan jalan layang khusus busway ini.  Anggarannya Rp 1,4 triliun, di mana Rp 300 miliar pada tahun 2013, Rp 800 miliar tahun 2014, dan Rp 300 miliar lagi tahun 2015 jadi total Rp 1,4 triliun.

3. Sewakan sepeda di halte busway

Salah satu terobosan yang akan dilakukan Pemprov DKI di bidang transportasi di era kepemimpinan Jokowi adalah menyewakan sepeda di halte-halte busway. Konsep seperti ini lazim dipakai di luar negeri bagi pekerja komuter yang memadukan transportasi massal dengan sepeda.

Sepeda itu bukan hanya bike to work tapi juga bike to feeder. Jadi nanti akan paparan lagi di depan Pak Gubernur bagaimana bike feeder. Di negara-negara maju sepeda itu juga digunakan sebagai feeder.

Berharap di dekat area perkantoran juga ada penyewaan sepeda sehingga para pekerja bisa naik sepeda ke halte busway. Di luar negeri cara seperti ini laku keras. Kemacetan akibat penggunaan kendaraan pribadi bisa ditekan. Pembicaraan  pedestrian harus baik. Harus mendukung sehingga pedestrian itu nanti dilengkapi dengan jalur sepeda.

4. Tambah 800 bus Transjakarta di 2013

Jokowi berjanji menambah 800 armada bus Transjakarta di sepanjang tahun 2013. Pengadaan bus ini akan dibagi menjadi dua tahapan. Transjakarta nanti Januari tambah 200, kemudian Juni kira-kira tambah 600 buah.

Jokowi sadar salah satu masalah besar dalam pengelolaan transportasi di Jakarta adalah buruknya managemen di lapangan. Maka itu, Jokowi bertekad mengubah pola tersebut dimulai dengan peremajaan kendaraan.

Semua angkutan  dilakukan peremajaan, diremajakan buswaynya, ditambah jumlahnya. Kemudian Kopaja, Metromini diremajakan, tapi polanya masih dicari.

5. Halte Transjakarta akan diperbesar

Pemprov DKI Jakarta rencananya akan memperbesar halte Transjakarta. Hal itu dilakukan untuk membuat nyaman para penumpang yang ingin menaiki Transjakarta.

Busway  masih banyak kekurangannya. Yang pertama, halte-nya kurang besar, kedua halte terlalu tertutup dan diperlukan jalur menyalip.
Selain memperbesar halte, Pemprov juga akan memperlebar busway di sekitar halte, sehingga bus di belakang bisa menyalip. Dan ini akan di programkan di tahun-tahun mendatang sehingga kalau haltenya besar terasa nyaman, busway-nya bisa menyalip, artinya meningkatkan jumlah penumpang yang cukup tinggi.
Selain itu, gebrakan yang di rencana Gubernur Jakarta lebih memilih mengambil kebijakan pembatasan jumlah kendaraan dan pengembangan transportasi massal yang lebih baik dinilai sudah tepat. Pembangunan infrastrukur bukanlah langkah yang tepat. Pembatasan jumlah kendaraan yang harus dilakukan. pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor tidak dapat diselesaikan dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan flyover karena hal ini hanya memindahkan kemacetan ke titik lain. genap ganjil, dan pembatasan usia kendaraan yang saat ini masih diukur tingkat efektivitasnya dalam penerapan di lapangan nantinya.
Selain itu, beberapa kebijakan lainnya lebih mengarah kepada pembatasan jumlah kendaraan yakni penaikan biaya parkir dan pajak mobil. Kebijakan penaikan biaya parkir kendaraan dan pajak mobil ini juga efektif meredam penambahan kendaraan di Ibukota
Selain itu, Jokowi juga akan mengembangkan sistem transportasi massal yang lebih baik seperti MRT ( Mass Rapid Transit ), monorel, dan peremajaan bus kota.
Total anggaran untuk menyokong pembangunan ini mencapai Rp 42 triliun. Tigor mengungkapkan, ada sebuah studi kelayakan pembangunan jalan tol dalam kota Jakarta yang dilakukan oleh PT Pembangunan Jaya pada Mei 2005. Di dalamnya terungkap bahwa setiap pertambahan jalan sepanjang 1 kilometer di Jakarta akan selalu dibarengi dengan peningkatan jumlah kendaraan sebanyak 1.923 mobil pribadi. Merujuk pada data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, jumlah total perjalanan menuju Jakarta perhari mencapai 25 juta perjalanan. Dari jumlah tersebut, 98 persennya menggunaan kendaraan pribadi.

Pembangunan jalan tol baru dalam kota Jakarta akan semakin menambah macet dan menambah pencemaran polusi udara di Jakarta. Maka kami menolak. Sebelumnya, Jokowi mengatakan, proyek jalan tol dalam kota itu tidak akan membebaskan Jakarta dari kemacetan.

Saya ini pro kepada transportasi massal. Jalan tol itu memberikan fasilitas untuk mobil, pasti akan tetap menyebabkan kemacetan.  Jokowi akan merealisasikan pembangunan enam ruas jalan tol yang mengangkat konsep layang tersebut apabila dialihfungsikan sebagai elevated bus.

Kalau mau bangun di atas tanah, ya bangun monorel sekalian. Kalau enam ruas jalan tol itu dibangun, jadinya kan terbentur dengan moda transportasi lainnya seperti monorel dan MRT kalau jadi. Lebih baik dipakai untuk elevated bus.